Minuman Legendaris Khas Pontianak yang Manis, Gurih, dan Menyegarkan
Ce Hun Tiau merupakan salah satu minuman tradisional khas Pontianak, Kalimantan Barat, yang telah menjadi bagian dari kekayaan kuliner Nusantara sejak lama. Hidangan pencuci mulut ini dikenal dengan perpaduan rasa manis gula merah, gurih santan, serta aneka isian yang lengkap dan mengenyangkan.
Ce Hun Tiau berasal dari budaya masyarakat keturunan Tionghoa Tio Ciu yang telah lama menetap di Pontianak. Nama “Ce Hun Tiau” sendiri berasal dari beberapa kata dalam dialek Tio Ciu, Ce berarti ubi atau sagu, Hun berarti tepung, Tiau berarti balok panjang atau mie. Nama tersebut menggambarkan bahan utama minuman ini, yaitu olahan tepung sagu berbentuk panjang menyerupai mie transparan atau mie putih bening dengan tekstur kenyal yang unik.
Salah satu daya tarik Ce Hun Tiau terletak pada isiannya yang beragam dan kaya tekstur. Dalam satu mangkuk, biasanya terdapat kombinasi berbagai bahan tradisional yang berpadu sempurna. Beberapa isian utama Ce Hun Tiau antara lain: Ce Hun Tiau atau sagu gunting, Bongko pandan menghadirkan rasa lembut dan aroma harum khas pandan, berpadu dengan legitnya ketan hitam serta manisnya kacang merah, Kacang merah, Ketan hitam, Cincau hitam, Kuah santan, Gula merah cair, Es batu.
Perpaduan Rasa Manis dan Gurih yang Menyegarkan, Ce Hun Tiau dikenal memiliki rasa yang seimbang antara manis dan gurih. Gula merah cair memberikan rasa manis alami, sementara santan menghadirkan sensasi creamy yang khas pada setiap suapan.Disajikan dingin dengan es batu, minuman ini sangat cocok dinikmati saat cuaca panas.
Ce Hun Tiau juga akan menjadi salah satu sajian yang dapat dinikmati dalam Kampoeng Tempo Doeloe 2026 di Summarecon Mall Kelapa Gading, yang berlangsung pada 14 Agustus - 27 September 2026 dengan tema “Lokarasa Nusantara”, menghadirkan kembali kehangatan rasa tradisional Pontianak dalam pengalaman kuliner yang lebih dekat dengan masyarakat luas.