Jejak Rasa Jawa Tengah dan Pesisir dalam Seporsi Sate Blora Cirebon
Secara historis, sate merupakan salah satu hidangan yang berkembang luas di berbagai wilayah Indonesia dengan adaptasi lokal masing-masing daerah.Contohnya sate yang satu ini, Sate Blora Cirebon, lahir dari pertemuan dua karakter rasa yang berbeda dari tradisi kuliner di Jawa Tengah.
Blora dikenal memiliki tradisi sate berbahan dasar daging sapi yang disajikan dengan bumbu sederhana namun kuat rasa, biasanya mengandalkan kacang sangrai dan kecap sebagai penyeimbang. Sementara itu, Cirebon sebagai kota pesisir memiliki pengaruh kuliner yang lebih kompleks, dengan perpaduan budaya Jawa, Sunda, dan Tionghoa yang tercermin dalam penggunaan rempah serta teknik memasak yang lebih beragam.
Sate Blora Cirebon hadir sebagai interpretasi dari dua tradisi tersebut, menghadirkan sate dengan karakter rasa yang lebih dalam, gurih dari daging yang dibakar sempurna, manis dari kecap, serta aroma kacang dan rempah yang menyatu dalam satu sajian.
Cita Rasa yang Bertumpu pada Kesederhanaan
Keunikan sate ini terletak pada keseimbangan bumbu dan teknik bakarnya. Daging yang digunakan dipotong tidak terlalu besar agar bumbu meresap lebih maksimal, kemudian dibakar di atas bara api hingga menghasilkan aroma smoky yang khas. Bumbu kacang yang digunakan tidak terlalu kental, sehingga rasa daging tetap menjadi fokus utama, namun tetap mendapat lapisan rasa yang kaya.
Cita rasa Sate Blora Cirebon ini akan menjadi salah satu bagian dari perjalanan kuliner Nusantara yang dihadirkan dalam Kampoeng Tempo Doeloe 2026 di Summarecon Mall Kelapa Gading, yang berlangsung pada 14 Agustus – 27 September 2026 dengan tema
“Lokarasa Nusantara”
Di tengah ragam hidangan yang merayakan kekayaan rasa Indonesia, Sate Blora Cirebon hadir sebagai salah satu interpretasi yang mempertemukan dua karakter daerah dalam satu sajian sederhana namun penuh cita rasa.